Tag Archives: BCA

https://mezzojane.com

Inovasi Digital BCA Mendunia! Raih Penghargaan Bergengsi di Brandon Hall Group Awards 2024

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kembali membuktikan eksistensinya di kancah internasional dengan meraih penghargaan prestisius di ajang Brandon Hall Group’s Excellence in Technology Awards™ 2024. Dua inovasi digitalnya, myPartner BCA dan Digital Valuation for Collateral Appraisal (DIVA), berhasil memperoleh penghargaan Gold dan Silver dalam kategori Technology Excellence Award.

Pencapaian ini menjadi bukti nyata atas komitmen BCA dalam mengembangkan teknologi perbankan yang inovatif guna meningkatkan kualitas layanan bagi nasabahnya.

Ajang Penghargaan Bergengsi Bertaraf Global
Brandon Hall Group Excellence in Awards™ merupakan ajang tahunan yang memberikan apresiasi terhadap pencapaian serta inovasi perusahaan dan organisasi dalam berbagai bidang, seperti learning and development, talent management, talent acquisition, sumber daya manusia (SDM), sales enablement, future of work, serta teknologi pendidikan.

Para pemenang dipilih melalui proses penilaian ketat yang dilakukan oleh dewan juri independen yang terdiri dari pakar industri, profesional berpengalaman, dan analis dari Brandon Hall Group. Acara puncak penghargaan ini digelar di Florida, Amerika Serikat, pada 28-30 Januari 2025.

Dua Inovasi BCA yang Mendapatkan Pengakuan Dunia
BCA meraih penghargaan Gold dalam kategori Technology Excellence Award untuk inovasi myPartner BCA, sementara inovasi DIVA mendapatkan penghargaan Silver.

Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja, mengungkapkan rasa bangga dan terhormat atas pencapaian ini.

“Penghargaan ini merupakan apresiasi atas komitmen kami dalam berinovasi secara berkelanjutan guna memberikan layanan terbaik bagi nasabah. Melalui myPartner BCA dan DIVA, kami terus menghadirkan solusi inovatif dan nilai tambah bagi masyarakat,” ujarnya pada Rabu (12/2/2025).

myPartner BCA adalah platform digital workspace yang terintegrasi, dirancang untuk mempermudah koordinasi dan pemantauan proses kredit, mulai dari tahap pengajuan hingga persiapan kontrak.
DIVA (Digital Valuation for Collateral Appraisal) merupakan sistem berbasis machine learning yang memungkinkan penaksiran nilai pasar terkini atas tanah dan bangunan yang dijadikan agunan kredit oleh debitur.
Kehadiran inovasi ini tidak hanya mempermudah operasional internal BCA, tetapi juga memberikan efisiensi serta transparansi yang lebih baik bagi para nasabahnya.

Pengakuan Global dan Komitmen Berkelanjutan
BCA terus berupaya memperkuat posisinya sebagai pelopor inovasi di sektor perbankan. Penghargaan yang diraih ini menjadi validasi bahwa inovasi BCA diterima secara positif, baik oleh nasabah maupun industri perbankan global.

“Kami akan terus mengembangkan inovasi yang memberikan kemudahan bagi nasabah dalam menikmati layanan perbankan. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan solusi digital yang inovatif,” tutup Jahja.

Sementara itu, COO Brandon Hall Group, Rachel Cooke, menegaskan bahwa seluruh pemenang penghargaan telah melalui proses seleksi ketat dan dinilai secara objektif oleh para pakar industri.

“Inovasi yang dihadirkan oleh para pemenang telah terbukti sebagai yang terbaik di bidangnya,” ungkapnya.

AI Mengancam Pekerjaan di Sektor Perbankan: 200.000 Karyawan Bisa Terkena Pemangkasan dalam 5 Tahun

Bloomberg Intelligence memprediksi bahwa dalam tiga hingga lima tahun ke depan, ratusan ribu karyawan di sektor perbankan global dapat kehilangan pekerjaan mereka. Teknologi kecerdasan buatan (AI) yang semakin berkembang berpotensi menggantikan banyak posisi yang saat ini diisi oleh manusia. Menurut laporan Bloomberg, sekitar 200.000 pekerjaan di sektor perbankan akan hilang karena AI dapat meningkatkan efisiensi operasional dan akurasi proses perbankan.

Dari survei yang dilakukan terhadap pimpinan teknologi di berbagai bank, sekitar 3 persen dari total karyawan perbankan, termasuk posisi di layanan pelanggan, operasional, dan analis keuangan, akan terkena dampak dari otomatisasi yang dibawa oleh AI. Misalnya, posisi layanan pelanggan yang biasanya membutuhkan interaksi manusia bisa digantikan oleh chatbot atau asisten virtual yang beroperasi 24 jam. AI juga bisa memproses data dalam jumlah besar lebih cepat dan lebih akurat dibandingkan manusia yang sebelumnya mengerjakan pekerjaan tersebut.

Analis Bloomberg, Tomasz Noetzel, menyatakan bahwa pekerjaan yang bersifat rutin dan repetitif menjadi yang paling rentan terhadap dampak AI. Bahkan, para lulusan baru di perusahaan keuangan di Wall Street mulai merasa khawatir tentang masa depan karier mereka, karena posisi seperti analis junior bisa digantikan oleh teknologi.

Sebelum Bloomberg Intelligence, Wells Fargo juga memperkirakan dampak AI di sektor perbankan pada 2019, dengan estimasi 200.000 pekerjaan yang hilang dalam sepuluh tahun ke depan. Sementara itu, perusahaan-perusahaan di sektor perbankan global, seperti Citigroup, JP Morgan, dan Goldman Sachs, telah berinvestasi besar-besaran dalam teknologi AI. Investasi ini bertujuan untuk mengurangi pengeluaran dan meningkatkan efisiensi operasional.

Laporan dari Forum Ekonomi Dunia juga mengungkapkan bahwa sektor perbankan adalah salah satu yang paling rentan terhadap otomatisasi AI. Dengan hampir 54 persen pekerjaan di sektor perbankan berisiko digantikan oleh AI, angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan sektor lain, seperti layanan publik, otomotif, atau energi.

Namun, di sisi lain, penggunaan AI di sektor perbankan juga dipandang sebagai peluang untuk meningkatkan keuntungan melalui efisiensi biaya. Survei Citigroup menunjukkan bahwa hampir 93 persen responden dari industri keuangan optimis bahwa penerapan AI akan membawa keuntungan signifikan. Prediksi ini juga tercermin dalam laporan yang menyebutkan bahwa penerapan AI dapat meningkatkan laba industri keuangan global dari 1,8 triliun dolar AS menjadi hampir 2 triliun dolar AS pada 2028.

Di Indonesia, penerapan AI dalam perbankan juga semakin meluas. Banyak bank yang mulai menggunakan chatbot untuk menjawab pertanyaan nasabah dan menghadirkan aplikasi super-aplikasi yang memungkinkan pengguna melakukan transaksi perbankan lebih efisien. PT Bank Central Asia (BCA), misalnya, telah meluncurkan chatbot Vira pada 2017 dan berinvestasi hingga Rp 8 triliun pada 2023 untuk pengembangan AI.

BCA berkomitmen untuk mengintegrasikan teknologi AI dalam operasional mereka, namun tetap mempertahankan peran manusia dalam sistem tersebut. Pendekatan human-in-the-loop yang diterapkan BCA memungkinkan keahlian manusia tetap dibutuhkan, meskipun AI digunakan untuk mendukung berbagai proses operasional, seperti peninjauan kredit dan pengambilan keputusan penting lainnya.