Author Archives: Moyo

https://mezzojane.com

SharkNinja Hadirkan Inovasi Canggih untuk Kemudahan Hidup

SharkNinja terus berinovasi dalam menghadirkan produk-produk yang dirancang untuk mempermudah kehidupan sehari-hari. Dengan teknologi mutakhir dan desain yang semakin praktis, produk terbaru dari SharkNinja menawarkan solusi cerdas untuk berbagai kebutuhan rumah tangga. Baik dalam menjaga kebersihan rumah, menyimpan makanan agar tetap segar, maupun mendukung gaya hidup sehat, inovasi ini memberikan kenyamanan yang lebih baik dibanding sebelumnya.

Dalam pengembangannya, SharkNinja fokus pada perangkat pintar dan otomatis yang dapat bekerja secara lebih efisien. Contohnya, vacuum cleaner terbaru mereka kini mampu mendeteksi jenis lantai dan menyesuaikan daya hisap secara otomatis untuk memastikan pembersihan yang optimal. Selain itu, fitur pengosongan debu otomatis juga dikembangkan agar pengguna tidak perlu sering membersihkan tempat penampungan kotoran secara manual.

SharkNinja juga menghadirkan Ninja Blast™ Portable Blender, blender portabel yang dirancang untuk mendukung gaya hidup aktif. Dengan desain ringkas dan baterai tahan lama, perangkat ini memungkinkan pengguna membuat minuman sehat kapan saja dan di mana saja. Kemudahan pembersihan dengan fitur self-cleaning menjadikan blender ini lebih praktis digunakan.

Tak hanya inovasi teknologi, SharkNinja juga memperluas jangkauan produk mereka ke pasar internasional dengan meluncurkan lebih dari 20 produk baru di wilayah Eropa, Timur Tengah, dan Afrika. Dengan ekspansi ini, SharkNinja berupaya menjangkau lebih banyak konsumen global dengan solusi rumah tangga yang lebih cerdas dan efisien.

Masa Depan Pendidikan: Menyiapkan Generasi Melek AI dan Coding

Penerapan pembelajaran coding dan kecerdasan buatan (AI) memerlukan kesiapan sekolah dan tenaga pengajar. Tidak semua sekolah memiliki perangkat digital yang memadai, terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), yang juga menghadapi kendala dalam akses internet. Oleh karena itu, kesiapan guru menjadi faktor penting dalam implementasi kurikulum ini. Sejumlah tenaga pengajar akan dipersiapkan untuk mengajarkan coding dan AI melalui kerja sama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dengan berbagai perguruan tinggi, termasuk Universitas Pelita Harapan (UPH). Keterbatasan sarana tidak boleh menjadi penghalang bagi kemajuan pendidikan yang selaras dengan tuntutan zaman dan kebutuhan generasi masa depan.

Menurut Mu’ti, ada dua bentuk kerja sama yang akan dilakukan dengan perguruan tinggi dalam mempersiapkan pengajar coding dan AI. Pertama, pelatihan singkat bagi guru yang ditunjuk untuk mengampu mata pelajaran tersebut. Kedua, memberikan kesempatan bagi lulusan SMA untuk melanjutkan pendidikan di jurusan AI. Guru yang terpilih akan mendapatkan pelatihan sebelum diterjunkan ke sekolah-sekolah yang telah siap menerapkan pembelajaran ini. Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menegaskan bahwa penguasaan AI tidak hanya sekadar memahami teknologinya, tetapi juga bagaimana menerapkannya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. AI telah hadir dalam berbagai sektor, termasuk pendidikan, ekonomi, dan pemerintahan, sehingga penting untuk mempercepat transformasi digital melalui regulasi, infrastruktur, SDM, data, serta standar kompetensi yang sesuai.

Dalam mendukung pengembangan AI di Indonesia, UPH resmi membuka Fakultas AI, yang bertujuan mencetak talenta unggul di bidang ini. Rektor UPH, Jonathan L. Parapak, menyebutkan bahwa AI menjadi salah satu perkembangan teknologi digital yang sangat penting di dunia saat ini, sehingga pihaknya bekerja sama dengan Zhejiang University, China, untuk memastikan implementasi pembelajaran AI yang optimal. Dekan Faculty of Artificial Intelligence UPH, Rizaldi Sistiabudi, menambahkan bahwa AI tidak diciptakan untuk menggantikan manusia, melainkan untuk meningkatkan kapasitas mereka. Oleh sebab itu, generasi mendatang harus disiapkan agar memiliki literasi AI dan kecakapan dalam memanfaatkan teknologi ini secara optimal.

Realme Hadirkan Inovasi Lensa Interchangeable di MWC 2025

Ajang Mobile World Congress (MWC) 2025 menjadi panggung bagi para produsen smartphone untuk memamerkan inovasi terbaru mereka, termasuk Realme yang memperkenalkan konsep lensa interchangeable. Dalam keterangan resminya, Realme mengungkapkan teknologi revolusioner ini berupa smartphone dengan sistem mounting yang memungkinkan penggantian lensa kamera layaknya kamera DSLR.

Konsep ini menghadirkan sensor Sony berukuran 1 inci yang terintegrasi dengan mounting tersebut, memungkinkan pengguna memasang lensa profesional langsung ke perangkat smartphone mereka. Realme juga menawarkan dua lensa unggulan, yakni portrait 73mm dan telephoto 234mm, yang memberikan kejernihan optik luar biasa di ranah fotografi mobile. Meskipun masih berupa konsep dan belum diproduksi massal, Realme menegaskan bahwa inovasi ini merupakan bentuk komitmen mereka dalam menghadirkan solusi terhadap tantangan industri, seperti keterbatasan ukuran sensor dan keterbatasan zoom digital.

Selain sistem lensa modular, Realme juga memperkenalkan teknologi pencitraan berbasis AI yang mempermudah pengguna dalam mengedit foto dan video. Salah satunya adalah AI Voice-based Retoucher, yang memungkinkan pengguna mengedit gambar hanya dengan perintah suara, seperti “Hapus background” atau “Ubah langit jadi sunset.” Tak hanya itu, fitur AI Video Eraser juga turut diperkenalkan, memungkinkan pengguna menghapus objek atau orang yang tidak diinginkan dalam video hanya dengan satu ketukan. Dengan teknologi inovatif ini, Realme semakin menunjukkan langkah progresif dalam menghadirkan pengalaman fotografi mobile yang lebih canggih dan fleksibel.

Meta Siapkan Aplikasi Mandiri untuk Chatbot AI Guna Bersaing di Pasar Global

Meta dikabarkan tengah mempersiapkan peluncuran aplikasi mandiri bagi asisten kecerdasan buatan mereka, Meta AI. Sejak diperkenalkan pada 2023, Meta AI telah terintegrasi di berbagai platform media sosial milik Meta, seperti Facebook, Instagram, dan WhatsApp. Namun, perusahaan kini berencana menghadirkan versi aplikasi mandiri guna bersaing dengan layanan serupa seperti ChatGPT dan Gemini.

Berdasarkan laporan CNBC, seorang sumber yang mengetahui rencana ini mengungkapkan bahwa Meta AI dalam bentuk aplikasi mandiri diperkirakan akan dirilis pada kuartal kedua tahun ini. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar CEO Meta, Mark Zuckerberg, untuk membawa perusahaannya menjadi pemimpin dalam pengembangan kecerdasan buatan.

Chatbot Meta AI pertama kali dirilis pada September 2023 sebagai asisten digital berbasis AI generatif yang dapat merespons berbagai permintaan pengguna, termasuk pembuatan gambar dan pencarian informasi. Pada April lalu, Meta semakin mendorong penggunaan teknologi ini dengan menggantikan fitur pencarian di Facebook, Instagram, WhatsApp, dan Messenger dengan Meta AI.

Saat ini, Meta AI telah mencapai sekitar 700 juta pengguna aktif bulanan, meningkat dari 600 juta pada Desember lalu. Meski demikian, para analis menilai sulitnya membandingkan pengguna Meta AI dengan pesaingnya seperti ChatGPT karena belum tersedia sebagai aplikasi individu. Editor data Business of Apps, David Curry, menyebut bahwa situs web mandiri Meta AI hanya memperoleh kurang dari 10 juta tampilan per bulan, angka yang masih jauh tertinggal dibandingkan layanan AI utama lainnya.

Inovasi Terbaru Samsung: Galaxy A56 Hadir dengan Desain Elegan dan Fitur Canggih

Samsung baru saja meluncurkan Galaxy A56, sebuah perangkat yang membawa berbagai inovasi baru dalam desain dan fitur. Menurut laporan GSM Arena pada Sabtu (1/3), ponsel ini menjadi yang pertama di seri Galaxy A dengan dukungan pengisian daya kabel 45W, yang sebelumnya hanya tersedia untuk model flagship Galaxy S. Teknologi Super Fast Charge 2.0 memungkinkan perangkat ini terisi hingga 65 persen dalam 30 menit dan mencapai daya penuh dalam waktu 68 menit.

Galaxy A56 mengusung chipset terbaru Exynos 1580 yang memberikan peningkatan performa signifikan. Ponsel ini dilengkapi CPU 2,9 GHz, GPU berbasis AMD dengan konfigurasi 2x WGP, serta NPU yang mencapai 14,7 TOPS. RAM-nya berkapasitas 8 GB, lebih kecil dari rumor sebelumnya yang menyebutkan 12 GB. Layarnya menggunakan panel Super AMOLED 6,7 inci dengan bezel lebih tipis, resolusi Full HD+, serta perlindungan Gorilla Glass Victus+. Kecerahannya mencapai 1200 nits dalam mode HBM dan 1900 nits sebagai kecerahan puncak.

Dari segi desain, Galaxy A56 tampil lebih ramping dengan ketebalan hanya 7,4 mm. Modul kameranya didesain ulang agar lebih menyatu dengan bodi tanpa tonjolan lensa yang mengganggu. Kamera belakangnya terdiri dari sensor utama 50 MP f/1.8, kamera ultra-lebar 12 MP f/2.2, dan lensa makro 5 MP f/2.4, sementara kamera depan beresolusi 12 MP f/2.2. Teknologi pemrosesan gambar telah ditingkatkan, memungkinkan pemotretan malam yang lebih baik dengan mode low-noise, serta transisi zoom yang lebih cepat antara kamera utama dan ultra-lebar, kini hanya membutuhkan 430 ms.

Samsung memastikan Galaxy A56 mendapat pembaruan keamanan selama enam tahun dan enam kali pembaruan sistem operasi. Perangkat ini menjalankan Android 15 dengan One UI 7.0, menghadirkan antarmuka yang lebih personal dan fitur baru seperti Circle to Search, yang memungkinkan pencarian langsung di layar dengan satu gerakan sederhana. Ponsel ini tersedia dalam warna Graphite Grey, Light Grey, Olive, dan Pink, dengan harga 479 euro (Rp8,2 juta) untuk varian 128 GB dan 529 euro (Rp9,1 juta) untuk varian 256 GB.

Amazon Perkenalkan Alexa+ sebagai Asisten Virtual yang Lebih Cerdas

Amazon resmi meluncurkan versi terbaru dari asisten virtualnya, Alexa+, yang diklaim memiliki kecerdasan lebih tinggi dan kemampuan yang lebih baik dalam menangani berbagai tugas. Namun, dalam acara peluncuran yang berlangsung di New York pada Rabu, Amazon tidak memperkenalkan perangkat Echo baru untuk mendukung teknologi ini.

Panos Panay, Kepala Divisi Perangkat dan Layanan Amazon, mengisyaratkan bahwa perusahaan tengah mengembangkan berbagai perangkat berbasis kecerdasan buatan yang akan hadir di masa depan. Pernyataannya muncul di tengah persaingan ketat dalam industri teknologi, di mana perusahaan seperti Apple dan Microsoft terus memperbarui teknologi AI mereka. Apple baru saja meluncurkan fitur Apple Intelligence di lini iPhone 16, sementara Microsoft menjadikan Copilot sebagai fitur utama dalam sistem operasi Windows.

Amazon sendiri telah memiliki berbagai perangkat pintar, mulai dari speaker pintar Echo hingga kamera keamanan Ring dan router Eero. Kini, Alexa+ mulai diintegrasikan dengan beberapa perangkat tersebut, memungkinkan pengguna mendapatkan informasi dari rekaman kamera Ring saat mereka tidak berada di rumah.

Salah satu inovasi AI yang sedang berkembang adalah kacamata pintar, yang menggabungkan asisten virtual dengan pengenalan suara dan gambar. Meta telah berhasil dengan kacamata Ray-Ban yang mampu menerjemahkan bahasa dan memberikan informasi visual kepada penggunanya, dengan lebih dari dua juta unit terjual sejak peluncurannya pada 2023. Amazon sebelumnya telah merilis Echo Frames, kacamata pintar berbasis Alexa, namun tanpa kamera dan fitur AI yang lebih canggih, perangkat ini belum mampu bersaing di pasar.

Panay tidak memberikan detail spesifik mengenai perangkat AI baru yang sedang dikembangkan Amazon, tetapi menegaskan bahwa perusahaan sedang membangun ekosistem perangkat yang lebih terhubung. Dengan berkembangnya teknologi AI dan semakin banyak perusahaan yang mengadopsinya, inovasi yang akan datang dari Amazon patut dinantikan.

OpenAI Siapkan Integrasi Sora ke ChatGPT, Hadirkan AI Video Lebih Canggih

OpenAI tengah merencanakan integrasi teknologi video AI bernama Sora ke dalam chatbot ChatGPT. Saat ini, Sora hanya tersedia melalui aplikasi web khusus yang diluncurkan pada Desember 2024, memungkinkan pengguna menciptakan klip sinematik berdurasi hingga 20 detik.

Menurut Rohan Sahai, pimpinan produk Sora, OpenAI berencana menghadirkan teknologi ini ke lebih banyak platform dengan peningkatan kemampuan yang lebih luas. Awalnya, Sora ditargetkan untuk kreator konten dan studio produksi, namun kini OpenAI ingin menarik minat lebih banyak pengguna untuk memanfaatkan alat berbasis AI tersebut.

Integrasi Sora ke ChatGPT masih dalam tahap pengembangan, dan belum ada kepastian kapan fitur ini akan tersedia. Versi Sora di ChatGPT kemungkinan memiliki keterbatasan dibanding aplikasi web, terutama dalam hal pengeditan dan penyusunan video. OpenAI sengaja meluncurkan Sora secara terpisah agar ChatGPT tetap sederhana dan mudah digunakan.

Selain itu, OpenAI berencana mengembangkan aplikasi seluler mandiri untuk Sora. Saat ini, perusahaan sedang mencari tenaga ahli dalam bidang pengembangan aplikasi untuk merealisasikan proyek tersebut. OpenAI juga berupaya meningkatkan kapabilitas Sora dalam menghasilkan gambar berbasis AI, yang berpotensi menghadirkan hasil lebih fotorealistik dibanding model DALL-E 3 yang telah terintegrasi dengan ChatGPT.

Di sisi lain, OpenAI sedang mengembangkan versi terbaru dari Sora Turbo, model AI yang saat ini digunakan dalam aplikasi web Sora. Langkah ini menunjukkan ambisi OpenAI dalam mengembangkan teknologi AI yang semakin inovatif dan mendekati kualitas sinematik profesional.

Meta Perketat Kebijakan, Karyawan yang Membocorkan Informasi Terancam PHK

Meta, perusahaan induk Facebook dan Instagram, semakin menegaskan aturan internalnya terhadap karyawan yang mengungkapkan informasi perusahaan ke publik. Langkah ini diambil sebagai respons atas kebocoran data yang dianggap sebagai pelanggaran serius terhadap kebijakan perusahaan. Menurut laporan The Verge yang dikutip dari NYPost dan TechCrunch pada Jumat, Meta telah memperingatkan karyawan sejak awal bergabung bahwa membocorkan informasi internal, apa pun tujuannya, melanggar kebijakan perusahaan.

Juru bicara Meta, Dave Arnold, menyatakan bahwa perusahaan secara rutin mengingatkan karyawan mengenai kebijakan ini. Sebagai tindakan tegas, Meta telah melakukan investigasi dan memberhentikan sekitar 20 karyawan yang diduga terlibat dalam penyebaran informasi rahasia. Keputusan ini diambil untuk menegaskan bahwa kritik internal terhadap penghentian program Keragaman, Kesetaraan, dan Inklusi (DEI) serta penggantian inisiatif pengecekan fakta dengan “Community Notes” tidak akan memengaruhi kebijakan perusahaan, melainkan justru merugikan karyawan yang terlibat.

Direktur Teknologi Meta, Andrew Bosworth, dalam pertemuan internal awal Februari, menyebut bahwa kebocoran informasi tidak memberikan tekanan kepada perusahaan untuk mengubah kebijakan. Sebaliknya, hal tersebut justru memperkuat keputusan yang telah dibuat oleh dewan direksi.

Sebelumnya, Meta juga telah memangkas 4.000 karyawan dengan alasan kinerja rendah. Namun, CEO Meta, Mark Zuckerberg, menegaskan bahwa perusahaan akan terus merekrut tenaga kerja baru untuk mengisi posisi yang kosong dan tetap berkomitmen dalam persaingan pengembangan teknologi kecerdasan buatan yang lebih canggih.

Alibaba Cloud Buka Akses Open-Source untuk AI Video Generator Seri Wan2.1

Alibaba Cloud secara resmi mengumumkan bahwa mereka telah merilis akses open-source untuk model kecerdasan buatan penghasil video sebagai bagian dari inisiatif terbaru dalam mendukung komunitas teknologi terbuka. Dalam pernyataan resminya pada Rabu, perusahaan ini mengungkapkan bahwa empat model terbaru dari seri Wan2.1, yaitu T2V-14B, T2V-1.3B, I2V-14B-720P, dan I2V-14B-480P, kini dapat diakses oleh akademisi, peneliti, serta institusi komersial secara global. Model ini merupakan pengembangan dari Tongyi Wanxiang dan memiliki parameter sebesar 14 miliar serta 1,3 miliar, yang dirancang untuk menghasilkan gambar dan video berkualitas tinggi dari teks maupun gambar.

Seri Wan2.1 menjadi model AI pertama yang mendukung efek teks dalam bahasa Mandarin dan Inggris, serta unggul dalam menciptakan visual realistis dengan ketajaman piksel yang lebih baik, gerakan dinamis yang lebih alami, serta akurasi dalam mengeksekusi instruksi. Berkat kemampuan tersebut, model ini berhasil menempati peringkat teratas di VBench leaderboard, sebuah tolok ukur utama bagi AI pembuat konten video, serta menjadi satu-satunya model open-source yang masuk dalam lima besar di Hugging Face.

Model-model ini kini tersedia di platform Model Scope serta Hugging Face, memungkinkan lebih banyak pengembang dan perusahaan untuk menciptakan konten video berkualitas tinggi dengan biaya lebih efisien. Model T2V-14B cocok untuk menghasilkan visual dengan gerakan kompleks, sementara T2V-1.3B menawarkan keseimbangan antara kualitas dan efisiensi daya komputasi, memungkinkan pembuatan video 480p berdurasi 5 detik hanya dalam 4 menit menggunakan laptop standar. Selain itu, model I2V-14B-720P dan I2V-14B-480P juga mendukung konversi gambar menjadi video, memberikan lebih banyak fleksibilitas bagi pengguna dalam menghasilkan konten visual.

Sebagai pionir dalam teknologi AI open-source, Alibaba Cloud telah lebih dulu merilis model Qwen pada 2023, yang kini menjadi salah satu model paling banyak digunakan dengan lebih dari 100.000 versi turunan di Hugging Face. Dengan langkah terbaru ini, Alibaba Cloud semakin memperkuat posisinya sebagai pemimpin dalam inovasi AI global.

Alibaba Siapkan Investasi Besar untuk Infrastruktur AI, Targetkan AGI

Alibaba Group Holding Ltd. berencana untuk menginvestasikan lebih dari 380 miliar yuan atau sekitar US$53 miliar dalam pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) selama tiga tahun ke depan. Perusahaan yang didirikan oleh Jack Ma ini menyatakan bahwa mereka akan mengalokasikan dana lebih besar untuk AI dan komputasi awan dibandingkan dengan dekade terakhir. Alibaba ingin menjadi mitra utama bagi perusahaan yang mengembangkan dan mengimplementasikan AI, seiring meningkatnya kebutuhan daya komputasi dan model AI yang semakin kompleks.

Setelah menghadapi tantangan besar akibat tindakan keras pemerintah pada tahun 2020, Alibaba kini fokus untuk memperbaiki bisnisnya dengan mengalihkan perhatian pada e-commerce dan AI. Eddie Wu, CEO Alibaba, menyebutkan bahwa Artificial General Intelligence (AGI) kini menjadi tujuan utama mereka. Perusahaan seperti OpenAI, Microsoft, dan Alphabet Inc. telah memimpin dalam perlombaan AGI, dengan berbagai perusahaan teknologi besar lainnya, termasuk Meta dan Amazon, juga berinvestasi miliaran dolar untuk mengembangkan pusat data yang mendukung AI.

Namun, di tengah geliat investasi besar ini, Wall Street mulai mempertanyakan apakah permintaan untuk kapasitas pusat data AI tersebut cukup besar. Sebuah perusahaan baru asal China, DeepSeek, telah meluncurkan model AI dengan biaya yang jauh lebih murah dibandingkan banyak pesaing besar. Walaupun demikian, para investor tetap memberi apresiasi terhadap ambisi Alibaba untuk bersaing dalam pengembangan AI, khususnya dengan fokusnya pada AGI.