Category Archives: Berita Dunia Digital

https://mezzojane.com

ChatGPT Dapatkan Pembaruan Fitur Memory with Search untuk Personalisasi Pengalaman Pengguna

OpenAI baru-baru ini memperkenalkan pembaruan signifikan pada ChatGPT dengan fitur baru bernama “Memory with Search.” Fitur ini memungkinkan ChatGPT untuk menggabungkan informasi yang telah disimpan dari percakapan sebelumnya dengan hasil pencarian di internet, sehingga memberikan respons yang lebih relevan dan personal. Dengan hadirnya fitur ini, ChatGPT dapat memberikan pengalaman yang lebih terpersonalisasi, yang menjadi daya tarik tambahan bagi penggunanya, di tengah persaingan ketat dengan teknologi serupa seperti Claude dari Anthropic dan Gemini dari Google.

Melalui fitur Memory with Search, ChatGPT dapat menyesuaikan pencarian web berdasarkan data yang diingat, misalnya ketika pengguna sebelumnya membahas diet vegan dan lokasi mereka di San Francisco. ChatGPT kemudian akan menyesuaikan pencarian seperti “restoran dekat saya” menjadi “restoran vegan di San Francisco,” memberikan hasil yang lebih spesifik dan relevan. Fitur ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas percakapan dan membuatnya lebih akurat sesuai dengan kebutuhan individu.

Pengguna tetap memiliki kontrol penuh terhadap fitur ini, dengan opsi untuk menonaktifkannya kapan saja melalui pengaturan. Meskipun pembaruan ini sudah diluncurkan, belum diketahui secara pasti siapa saja yang telah mendapatkan akses ke fitur ini. Beberapa pengguna di platform X (sebelumnya Twitter) melaporkan bahwa mereka telah melihat fitur ini aktif. OpenAI juga menegaskan bahwa informasi sensitif, seperti riwayat kesehatan, tidak akan disimpan dalam memori untuk menjaga perlindungan data pribadi pengguna.

Instagram Hadirkan Fitur Blend untuk Pengalaman Reels yang Lebih Kolaboratif

Instagram baru-baru ini meluncurkan fitur baru yang dinamakan Blend, yang memungkinkan pengguna untuk membuat feed rekomendasi Reels yang disesuaikan dengan minat teman atau grup. Fitur ini bersifat undangan khusus dan hanya dapat diaktifkan melalui percakapan pribadi atau grup DM. Setiap hari, feed yang dipersonalisasi ini akan diperbarui dengan konten baru yang dikurasi khusus untuk setiap anggota grup tersebut.

Dengan Blend, pengguna dapat mengeksplorasi berbagai Reels yang relevan dengan preferensi teman-teman mereka. Jika ada anggota grup yang memberikan reaksi terhadap sebuah Reel, Instagram akan mengirimkan notifikasi untuk mendorong interaksi lebih lanjut dalam obrolan. Tujuan utama dari fitur ini adalah untuk mempererat koneksi sosial antar pengguna serta memberikan kesempatan untuk menemukan jenis konten yang disukai teman-teman mereka.

Blend juga menawarkan cara baru bagi Instagram untuk meningkatkan penemuan konten dan memperpanjang durasi menonton Reels, memberikan pengalaman menonton yang lebih kolaboratif. Fitur ini mengingatkan pada konsep di Spotify, di mana pengguna dapat menggabungkan selera musik mereka dalam satu playlist yang terus diperbarui bersama teman-teman. Untuk menggunakan Blend, cukup buka obrolan DM, kirim undangan kepada teman, dan nikmati feed yang telah dipersonalisasi.

Dengan fitur ini, Instagram semakin memperkuat posisinya sebagai platform sosial yang memfokuskan diri pada berbagi momen dengan teman, berbeda dari pendekatan yang diambil oleh pesaing utamanya, TikTok.

POCO Pantau Ketat Dampak Kebijakan Tarif AS: Tetap Komitmen Harga Terjangkau

POCO Indonesia menyatakan sikap atas kebijakan tarif timbal balik yang direncanakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Kebijakan ini berpotensi menimbulkan dampak besar terhadap pasar elektronik secara global, termasuk industri ponsel pintar di Indonesia. Product PR Manager POCO Indonesia, Abee Hakiim, mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini masih memantau secara cermat situasi pasar. Ia menambahkan bahwa fluktuasi harga akibat gejolak kebijakan ini memang menjadi perhatian, namun tidak serta-merta menjadi alasan POCO untuk menaikkan harga produknya.

Abee menegaskan bahwa POCO tetap berkomitmen menghadirkan ponsel pintar dengan spesifikasi unggulan namun dengan harga yang tetap kompetitif. Menurutnya, masukan dari pengguna akan selalu menjadi dasar utama dalam pengambilan keputusan, termasuk dalam hal penentuan harga. Meskipun pasar tengah dihadapkan pada ketidakpastian, perusahaan tetap berupaya menjaga keseimbangan antara kualitas dan keterjangkauan.

Sementara itu, pemerintah Amerika Serikat tengah menyusun tarif impor baru yang ditujukan untuk produk semikonduktor. Sejumlah perangkat elektronik seperti laptop, chip memori, hingga ponsel pintar termasuk dalam cakupan produk yang akan terdampak. Meski tidak masuk dalam daftar tarif timbal balik, ponsel pintar kini dimasukkan ke dalam kategori khusus tarif semikonduktor. Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, menjelaskan bahwa kebijakan ini dirancang untuk memberikan kepastian hukum bagi pelaku industri teknologi dan mendorong relokasi rantai pasok ke wilayah Amerika Serikat.

OpenAI Siapkan Media Sosial Baru yang Dilengkapi Fitur ChatGPT

OpenAI, perusahaan pengembang kecerdasan buatan yang menciptakan ChatGPT, dikabarkan tengah mengembangkan sebuah platform media sosial yang mirip dengan X. Dilansir dari Tech Crunch pada Rabu (15/4), proyek ini masih dalam tahap awal, namun sebuah purwarupa internal telah diperkenalkan. Purwarupa tersebut menampilkan fitur feed yang memungkinkan pengguna menghasilkan gambar menggunakan teknologi ChatGPT.

Meski demikian, belum jelas apakah media sosial ini akan diluncurkan sebagai aplikasi terpisah atau justru akan digabungkan dengan aplikasi ChatGPT yang sudah ada. Jika proyek ini diluncurkan, OpenAI berpotensi bersaing langsung dengan X milik Elon Musk dan platform sosial lainnya milik Meta seperti Facebook dan Instagram.

Salah satu daya tarik yang bisa ditawarkan oleh platform ini adalah akses data real-time, yang berfungsi untuk melatih model kecerdasan buatan OpenAI, mirip dengan apa yang dimiliki oleh X dan Meta. CEO OpenAI, Sam Altman, dikabarkan sudah meminta masukan dari pihak luar terkait pengembangan platform media sosial ini.

Meski proyek ini belum pasti akan diluncurkan secara publik, keberadaan purwarupa tersebut menunjukkan bahwa OpenAI tengah menjajaki kemungkinan ekspansi ke ranah yang lebih luas. Sebelumnya, OpenAI juga mendaftarkan berbagai produk baru kepada Kantor Paten dan Merek Dagang AS, termasuk perangkat keras seperti headphone, kacamata pintar, dan robot humanoid yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari simulasi hingga hiburan.

Masa Depan Teknologi: Pameran Produk Konsumen Internasional China Menampilkan Inovasi Canggih

Pameran Produk Konsumen Internasional China (CICPE) kelima yang sedang berlangsung di Haikou, China, menjadi ajang yang menarik perhatian dengan integrasi teknologi terbaru ke dalam kehidupan sehari-hari. Sejak 13 hingga 18 April, pameran ini menampilkan berbagai inovasi dalam kecerdasan buatan (AI) dan ekonomi ketinggian rendah, menjadikannya sebagai gambaran masa depan yang semakin cerdas dan terhubung.

Beberapa raksasa teknologi, seperti Huawei dan China Mobile, memamerkan solusi futuristik mereka. Huawei memperkenalkan ekosistem HarmonyOS yang menghubungkan pengguna, kendaraan, dan rumah dengan teknologi pelacakan mata untuk membaca buku digital tanpa menggunakan tangan. Sementara itu, China Mobile menampilkan sistem rumah pintar dengan robot pendamping untuk perawatan lansia dan keamanan rumah berbasis AI.

AI juga menjadi fokus utama dengan robot-robot humanoid yang mampu melakukan tugas kompleks, seperti menari dengan kostum etnis lokal atau menangani barang-barang rentan. Teknologi kesehatan turut disorot, dengan pemantauan glukosa berkelanjutan dan kacamata terapi cahaya yang semakin menonjolkan perpaduan antara teknologi dan kesehatan.

CICPE juga memperkenalkan inovasi dalam ekonomi ketinggian rendah, seperti pesawat listrik eVTOL dan kendaraan terbang. Inovasi ini memberi gambaran tentang logistik kota pintar yang semakin berkembang. Selain itu, pesawat nirawak dari United Aircraft juga mendapat sorotan dengan sertifikasi tipe pertama untuk helikopter nirawak di China, memperlihatkan masa depan industri drone di negara tersebut.

OpenAI Perkenalkan Proses Verifikasi ID untuk Akses Model AI Terkini

OpenAI, perusahaan teknologi terkemuka yang mengembangkan kecerdasan artifisial (AI), mengumumkan pembaruan kebijakan yang mengharuskan pengguna untuk melakukan verifikasi identitas digital saat mengakses beberapa model AI canggih. Kabar ini pertama kali dilaporkan oleh TechCrunch pada Minggu (13/4), berdasarkan informasi yang ditemukan di halaman dukungan yang dipublikasikan OpenAI pada pekan lalu.

Verifikasi ID, yang disebut sebagai “Organisasi Terverifikasi,” akan menjadi langkah baru bagi pengembang untuk mendapatkan akses ke model AI terbaru dan paling canggih di platform OpenAI. Proses verifikasi ini membutuhkan ID yang dikeluarkan oleh pemerintah dari negara yang didukung oleh API OpenAI. Selain itu, satu ID hanya dapat digunakan untuk memverifikasi satu organisasi dalam periode 90 hari, dan tidak semua organisasi akan memenuhi syarat untuk verifikasi tersebut.

Pihak OpenAI menyatakan bahwa mereka menganggap serius tanggung jawab untuk memastikan bahwa teknologi AI dapat diakses secara luas dan digunakan dengan aman. Menurut mereka, langkah ini diambil untuk mengurangi penyalahgunaan API OpenAI yang melanggar kebijakan penggunaan, sambil tetap menyediakan model canggih kepada komunitas pengembang yang lebih luas. Proses verifikasi juga bertujuan untuk meningkatkan keamanan produk OpenAI, seiring dengan semakin canggihnya teknologi mereka.

Selain itu, OpenAI juga berupaya mengurangi risiko pencurian hak kekayaan intelektual (IP). Ini tercermin dalam laporan yang menyebutkan upaya perusahaan untuk mengidentifikasi dan mengurangi penggunaan model yang berbahaya, termasuk potensi penyalahgunaan oleh kelompok yang diduga terkait dengan Korea Utara. Selain itu, OpenAI menyelidiki kemungkinan pencurian data oleh pesaing dari China, DeepSeek, yang diduga menggunakan API OpenAI pada akhir 2024.

GPT-4 Akan Digantikan oleh GPT-4o pada 2025: Apa Artinya bagi Pengguna ChatGPT?

OpenAI mengumumkan bahwa mulai 30 April 2025, GPT-4 akan dihentikan penggunaannya di ChatGPT dan digantikan dengan model terbaru mereka, GPT-4o. Perubahan ini menandakan kemajuan signifikan dalam teknologi AI yang digunakan oleh ChatGPT. GPT-4o diharapkan memberikan peningkatan besar, terutama dalam hal penulisan, pemrograman, dan ilmu sains serta teknologi (STEM), yang akan semakin memperkuat posisi ChatGPT sebagai platform AI andalan di berbagai bidang.

Meskipun GPT-4 tidak lagi tersedia di ChatGPT setelah penggantian ini, pengguna masih dapat mengaksesnya melalui API yang disediakan oleh OpenAI. Menurut pengumuman dari OpenAI, GPT-4o menawarkan sejumlah keunggulan dibandingkan GPT-4, termasuk kemampuan yang lebih baik dalam mengikuti instruksi, memecahkan masalah tersebut secara lebih efisien, dan menjaga kelancaran percakapan. Evaluasi langsung menunjukkan bahwa GPT-4o lebih efektif dan efisien daripada GPT-4.

GPT-4 pertama kali diluncurkan pada Maret 2023 dengan kemampuan multimodal yang memungkinkan ChatGPT dan Copilot Microsoft untuk memahami baik teks maupun gambar. Namun, pada November 2023, GPT-4 digantikan dengan GPT-4 Turbo yang menawarkan performa lebih cepat dan lebih hemat biaya. OpenAI juga tengah mempersiapkan model-model AI baru, termasuk varian GPT-4.1 yang terdiri dari GPT-4.1-mini dan GPT-4.1-nano, serta model-model penalaran baru seperti o3 dan o4-mini.

Perubahan ini menunjukkan komitmen OpenAI dalam terus berinovasi untuk memenuhi kebutuhan beragam penggunanya di berbagai sektor.

Trojan Triada Versi Terbaru Mengintai di Android Palsu, Ribuan Pengguna Sudah Jadi Korban

Kaspersky baru-baru ini mengungkap temuan mengejutkan terkait kemunculan varian baru dari Trojan Triada yang tertanam di perangkat Android palsu. Dikenal sebagai Backdoor.AndroidOS.Triada.z, malware ini bersembunyi dalam firmware sistem dan mampu beroperasi tanpa terdeteksi, memberi kendali penuh kepada pelaku kejahatan siber atas perangkat korban. Tak seperti malware konvensional yang biasanya masuk lewat aplikasi berbahaya, varian Triada ini menyusup ke dalam sistem inti perangkat, memungkinkan aktivitas ilegal seperti mencuri data dari aplikasi perpesanan dan media sosial seperti Telegram, TikTok, Facebook, dan Instagram. Malware ini juga dapat membaca, menghapus, bahkan mengirim pesan dari aplikasi seperti WhatsApp dan Telegram. Tak hanya itu, Trojan ini bisa mengubah alamat dompet aset kripto, memalsukan ID penelepon untuk mengalihkan panggilan, serta memantau aktivitas pengguna saat menjelajah internet. Lebih dari 2.600 pengguna global telah terdampak, dengan wilayah paling banyak diserang meliputi Rusia, Brasil, Kazakhstan, Jerman, dan Indonesia. Malware ini juga memiliki kemampuan mengaktifkan layanan SMS premium tanpa sepengetahuan pengguna, serta mengunduh dan menjalankan file tambahan yang berpotensi berbahaya. Analis Kaspersky, Dmitry Kalinin, menyebut varian ini merupakan hasil kompromi dalam rantai pasokan, karena sudah terpasang sebelum perangkat sampai ke tangan pengguna. Berdasarkan investigasi, penyerang setidaknya telah mencuri aset kripto senilai lebih dari 270.000 dolar AS, kemungkinan lebih besar karena penggunaan koin yang sulit dilacak seperti Monero.

Kakek dalam Layar: Ketika AI Menghidupkan Kenangan di Festival Qingming

Menjelang Festival Qingming, saat masyarakat Tiongkok berziarah dan merawat makam leluhur, Zhang Ming merasakan kehangatan emosional yang tak terduga. Berkat teknologi kecerdasan buatan, ia bisa kembali berbincang dengan mendiang kakeknya melalui avatar digital yang menyerupai manusia. Menggunakan aplikasi Lingyu atau “Pertemuan Spiritual”, Zhang menciptakan replika virtual sang kakek dengan mengunggah foto, suara, dan informasi latar belakang. Teknologi ini membentuk avatar yang tidak hanya menyerupai secara visual, tetapi juga bisa berbicara dalam dialek lokal dan berekspresi secara emosional. “Rasanya seperti berbicara dengannya lagi,” ujar Zhang, menggambarkan pengalaman yang mengharukan. Bagi banyak keluarga, kemajuan ini menjadi pelipur lara modern, memungkinkan mereka untuk merasa dekat kembali dengan orang-orang tercinta yang telah tiada. Popularitas avatar AI ini melonjak setelah sebuah acara TV memperlihatkan simulasi interaktif antara seorang selebritas dan mendiang mertuanya, yang memicu tangis haru sang istri. Meskipun teknologi ini menawarkan kenyamanan emosional, ada pula kekhawatiran akan dampaknya terhadap kondisi mental dan privasi pengguna. Pakar hukum menyoroti risiko penyalahgunaan data pribadi dan potensi pencemaran nama baik jika tidak diawasi dengan ketat. Pemerintah Tiongkok telah menerapkan berbagai regulasi untuk mengendalikan teknologi ini, namun para ahli menilai pengawasan dan etika dalam penggunaannya perlu terus disesuaikan dengan perkembangan. Di tengah kemajuan ini, harapannya tetap satu: agar teknologi tetap menjadi penghubung rasa, bukan pengabur kenyataan.

Samsung Siapkan Baterai Canggih untuk Galaxy Ring, Watch, dan Buds: Lebih Ringan, Lebih Tangguh!

Samsung dilaporkan tengah mengembangkan teknologi baterai terbaru yang ditujukan untuk perangkat wearable mereka, yakni Galaxy Ring, Galaxy Watch, dan Galaxy Buds. Informasi ini pertama kali dilaporkan oleh 9to5Google pada Senin (1/4), mengungkap bahwa teknologi baterai solid-state akan menjadi kunci utama dalam pengembangan ekosistem perangkat wearable di masa depan. Baterai jenis ini memiliki kepadatan energi yang jauh lebih tinggi dibandingkan baterai lithium-ion konvensional, serta desain yang lebih fleksibel karena menggunakan elektrolit padat, bukan cair.

Teknologi baterai baru ini akan memulai debutnya melalui Galaxy Ring yang direncanakan rilis pada kuartal akhir 2024. Samsung disebut sedang mempersiapkan versi baterai solid-state dengan kepadatan energi hingga 360Wh/L, meningkat drastis dari versi sebelumnya yang hanya mencapai 200Wh/L. Keunggulan ini diyakini akan memberikan durabilitas dan efisiensi daya yang lebih baik untuk perangkat mungil seperti Galaxy Buds dan Watch. Meski begitu, terdapat tantangan dari sisi biaya produksi yang masih cukup tinggi sehingga penggunaannya kemungkinan dilakukan secara bertahap.

Walau Samsung belum secara resmi mengumumkan semua detailnya, perusahaan telah memberikan sinyal kuat bahwa mereka akan berinvestasi dalam fasilitas produksi massal untuk teknologi ini sejak awal 2025. Menurut bocoran, Galaxy Buds generasi terbaru kemungkinan mengadopsi baterai ini paling cepat pada 2026, sedangkan Galaxy Watch akan menyusul pada 2027. Masa depan perangkat wearable Samsung tampaknya akan semakin ringan dan tahan lama berkat inovasi baterai yang lebih canggih ini.