Category Archives: Berita Dunia Digital

https://mezzojane.com

Pintu Menuju Era Digital Hukum Terbuka: Registrasi London LegalTechTalk 2025 Dimulai!

London LegalTechTalk 2025 siap menjadi ajang utama bagi para profesional hukum yang ingin menggali wawasan terbaru mengenai perkembangan teknologi dalam praktik hukum. Acara bergengsi ini akan diselenggarakan pada 26-27 Juni 2025 di Intercontinental O2, London, menghadirkan lebih dari 4.000 peserta dan 1.900 perusahaan dari berbagai sektor. Ini adalah kesempatan emas untuk mendalami inovasi terkini, memperluas jaringan profesional, serta memahami bagaimana teknologi dapat mengubah lanskap hukum secara global.

London: Perpaduan Sejarah dan Inovasi Teknologi

Sebagai kota dengan sejarah panjang dan warisan budaya yang kaya, London kini juga menjadi pusat inovasi teknologi dunia. Kombinasi antara tradisi hukum yang kuat dan kemajuan digital menjadikan ibu kota Inggris ini sebagai tempat ideal untuk menggelar LegalTechTalk 2025. Konferensi ini tidak sekadar menjadi wadah diskusi, tetapi juga arena bagi para pelaku industri hukum untuk mengeksplorasi peran teknologi dalam membentuk masa depan profesi mereka.

Hukumonline, sebagai mitra resmi London LegalTechTalk 2025, mengundang para profesional hukum di Indonesia untuk ikut serta dalam konferensi ini. Dengan menghadiri acara ini, peserta akan memperoleh wawasan mendalam mengenai perkembangan terkini dalam legal technology, sekaligus membangun kolaborasi dengan komunitas hukum global.

Apa yang Akan Anda Dapatkan di London LegalTechTalk 2025?

1. Pembaruan Teknologi dan Inovasi dalam Hukum

Di era digital, peran teknologi dalam industri hukum semakin tidak terelakkan. London LegalTechTalk 2025 akan menampilkan diskusi mendalam mengenai berbagai teknologi mutakhir, termasuk:
Artificial Intelligence (AI) dalam riset hukum dan pengambilan keputusan
Blockchain untuk transparansi dalam kontrak dan transaksi hukum
Otomatisasi proses hukum guna meningkatkan efisiensi
Big Data Analytics dalam analisis kasus dan prediksi tren hukum

Konferensi ini akan membantu para profesional hukum untuk lebih siap menghadapi digitalisasi sistem hukum di Indonesia dan dunia.

2. Jaringan dan Kolaborasi Internasional

Dengan menghadirkan lebih dari 4.000 peserta dan 1.900 perusahaan, LegalTechTalk 2025 menjadi tempat yang tepat untuk memperluas jejaring profesional. Berbagai pihak dari firma hukum, regulator, investor, hingga startup legal tech akan berkumpul dalam satu forum, menciptakan peluang kolaborasi strategis di tingkat nasional maupun internasional.

3. Diskusi Interaktif dengan Pakar Hukum Dunia

Acara ini akan menghadirkan lebih dari 300 pembicara dari berbagai negara dan latar belakang, yang akan membagikan wawasan mengenai tren dan inovasi terbaru dalam hukum dan teknologi. Wawasan ini dapat diimplementasikan untuk menjawab tantangan hukum di Indonesia yang terus berkembang.

4. Eksplorasi Kota London dan Institusi Hukum Bergengsi

Selain menghadiri konferensi, peserta juga akan diajak menjelajahi ikon-ikon bersejarah London yang memiliki keterkaitan erat dengan dunia hukum, seperti:
🏛 British Museum – Tempat menyimpan artefak hukum dari berbagai peradaban
⚖ London Court of International Arbitration – Salah satu pusat arbitrase internasional terkemuka
🏛 Supreme Court of the United Kingdom – Jantung sistem peradilan Inggris
🏰 Buckingham Palace – Ikon kerajaan yang memiliki pengaruh terhadap sistem hukum Inggris
🎓 University College London – Salah satu universitas terbaik dunia dalam studi hukum

Kombinasi antara pembelajaran hukum dan pengalaman budaya ini akan memberikan perspektif baru bagi para peserta.

Bagaimana Cara Bergabung?

Hukumonline telah membuka pendaftaran bagi para profesional hukum Indonesia yang ingin menjadi bagian dari transformasi digital ini. London LegalTechTalk 2025 adalah peluang untuk memperdalam pemahaman tentang hukum dan teknologi, memperluas jejaring global, serta membawa perubahan dalam industri hukum di Indonesia.

🔗 Informasi lengkap mengenai agenda acara, daftar pembicara, dan pendaftaran dapat diakses di:
👉 https://www.hukumonline.com/london-legal-tech-talk-2025/

Jangan lewatkan kesempatan emas ini! Bergabunglah dalam London LegalTechTalk 2025 dan jadilah bagian dari revolusi digital di dunia hukum bersama Hukumonline! 🚀

OpenAI Luncurkan Operator, Agen AI Canggih yang Mampu Menyelesaikan Tugas Secara Otomatis

OpenAI resmi merilis Operator, agen kecerdasan buatan (AI) inovatif yang dirancang untuk membantu pengguna menyelesaikan berbagai tugas secara otomatis berdasarkan instruksi yang diberikan. Layanan ini kini tersedia untuk pelanggan ChatGPT Pro di berbagai negara.

Dilansir dari TechCrunch pada Sabtu, Operator kini dapat diakses di negara-negara seperti Australia, Brasil, Kanada, India, Jepang, Singapura, Korea Selatan, Inggris, dan beberapa wilayah lainnya. OpenAI juga berencana memperluas ketersediaannya ke hampir semua negara yang mendukung ChatGPT, kecuali Uni Eropa, Swiss, Norwegia, Liechtenstein, dan Islandia.

Pertama kali diperkenalkan di Amerika Serikat pada Januari lalu, Operator menawarkan berbagai kemampuan canggih, termasuk pemesanan tiket, reservasi restoran, hingga berbelanja di platform e-commerce. Saat ini, fitur ini hanya tersedia bagi pelanggan ChatGPT Pro dengan biaya langganan 200 dolar AS (sekitar Rp3,2 juta) per bulan.

Operator beroperasi melalui jendela peramban terpisah yang dapat dikontrol pengguna kapan saja. Teknologi ini didukung oleh model Computer-Using Agent (CUA), yang menggabungkan kecerdasan model GPT-4o dengan sistem penalaran tingkat lanjut OpenAI. Dengan demikian, Operator mampu menavigasi menu, menekan tombol, hingga mengisi formulir di situs web layaknya manusia.

Dalam pengembangannya, OpenAI bekerja sama dengan berbagai perusahaan besar seperti DoorDash, eBay, Instacart, Priceline, StubHub, dan Uber untuk memastikan bahwa layanan ini mematuhi kebijakan masing-masing platform.

Meski dapat menjalankan banyak tugas secara bersamaan, Operator tetap memiliki batas penggunaan harian yang diperbarui secara otomatis. Selain itu, untuk alasan keamanan, AI ini tidak dapat melakukan tugas tertentu seperti mengirim email atau menghapus acara dari kalender pengguna.

Operator juga dapat mengalami kendala saat menghadapi antarmuka yang terlalu rumit, seperti formulir dengan CAPTCHA atau kolom kata sandi. Jika menemui hambatan tersebut, Operator akan meminta pengguna untuk mengambil alih secara manual.

Ke depan, OpenAI berencana memperluas akses Operator ke lebih banyak pelanggan ChatGPT, menghadirkan pengalaman AI yang lebih canggih dan intuitif dalam mendukung produktivitas sehari-hari.

AI AuroraLLM Hadir! Siap Percepat Transformasi Industri di Tanah Air

Volantis Technology resmi menghadirkan AuroraLLM, model kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan sektor industri dan bisnis di Indonesia. Dengan keunggulan seperti akses offline, keamanan data yang terjamin, serta fleksibilitas dalam pengelolaan informasi, AuroraLLM diharapkan dapat menjadi solusi yang mampu meningkatkan efisiensi serta mendukung pengambilan keputusan berbasis AI di berbagai sektor.

CEO Volantis Technology, Bachtiar Rifai, menyatakan bahwa kehadiran AuroraLLM merupakan bagian dari langkah strategis dalam mempercepat transformasi digital nasional.

“Kami berupaya menghadirkan teknologi AI yang tidak hanya canggih, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan industri dalam negeri. Dengan akses offline dan kendali penuh atas data, AuroraLLM menawarkan solusi yang aman dan efisien bagi perusahaan,” ujar Bachtiar dalam acara peluncuran yang berlangsung di Jakarta, Selasa (11/2).

Solusi AI yang Fleksibel dan Bisa Dikustomisasi

Salah satu fitur unggulan AuroraLLM adalah kemampuannya untuk beroperasi tanpa koneksi internet, menjadikannya solusi tepat bagi sektor yang menghadapi kendala jaringan, seperti manufaktur, pertambangan, dan logistik.

Selain itu, teknologi ini dapat dikustomisasi sesuai kebutuhan bisnis. AuroraLLM bisa diprogram dengan karakteristik tertentu, seperti asisten bisnis, analis data, atau penasihat keuangan, sehingga mampu memberikan interaksi yang lebih personal dan relevan dengan kebutuhan industri masing-masing.

Teknologi ini juga dilengkapi dengan Retrieval-Augmented Generation (RAG), yang memungkinkan perusahaan mengelola data lebih efisien, melakukan analisis laporan keuangan, riset pasar, hingga manajemen dokumen operasional.

“Fitur ini sangat berguna bagi perusahaan yang membutuhkan dokumentasi percakapan serta analisis data dengan tingkat keamanan tinggi,” tambah Bachtiar.

Keamanan Data dan Kepatuhan terhadap Regulasi

Dalam dunia bisnis dan industri, perlindungan data menjadi aspek yang sangat penting. Untuk itu, AuroraLLM dilengkapi dengan fitur log audit aktivitas pengguna, yang memungkinkan perusahaan melacak setiap akses dan perubahan data secara transparan.

Selain itu, AI ini juga mendukung manajemen kebijakan, memungkinkan pengguna mengatur sensor informasi, gaya komunikasi, hingga preferensi bahasa yang digunakan. Dengan fitur ini, AuroraLLM dapat diterapkan di sektor yang memiliki regulasi ketat, seperti perbankan, kesehatan, dan pemerintahan, tanpa mengorbankan standar keamanan data.

“Perusahaan yang beroperasi di sektor dengan regulasi ketat, seperti keuangan dan kesehatan, bisa menggunakan AuroraLLM tanpa perlu khawatir soal privasi dan transparansi,” jelas Bachtiar.

Lebih lanjut, sistem pelabelan data terstruktur yang diterapkan pada AuroraLLM membantu perusahaan dalam mengelola informasi lebih efisien, mempercepat analisis data, serta menghasilkan keputusan bisnis yang lebih akurat.

Mendukung Digitalisasi dan Efisiensi Operasional

Peluncuran AuroraLLM selaras dengan visi Indonesia Emas 2045, di mana digitalisasi menjadi faktor utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan menghadirkan teknologi AI yang dapat diakses secara luas dan fleksibel, Volantis Technology berharap dapat membantu industri Indonesia dalam mempercepat adopsi teknologi digital.

“Kami berkomitmen untuk menghadirkan AI sebagai mitra strategis yang mendukung perkembangan industri di Indonesia, bukan sekadar teknologi terbatas untuk kalangan tertentu”, perusahaan dari berbagai sektor dapat memanfaatkan AI tanpa kendala akses,” ujar Bachtiar.

Dengan peluncuran AuroraLLM, Volantis Technology bukan hanya menghadirkan inovasi AI yang kompetitif, tetapi juga turut berkontribusi dalam membangun ekosistem teknologi di Indonesia. Keunggulan dalam keamanan, fleksibilitas, serta kustomisasi menjadikan AuroraLLM sebagai pilihan utama bagi perusahaan yang ingin beradaptasi dengan era digital secara lebih efisien dan berkelanjutan.

Tidak Patuhi Aturan Perlindungan Anak, Komdigi Siap Beri Sanksi pada Platform Digital

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengumumkan bahwa regulasi perlindungan anak di dunia digital yang tengah disusun akan memberikan sanksi tegas terhadap Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) yang tidak mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menjelaskan bahwa aturan ini difokuskan pada platform digital yang melanggar aturan, bukan kepada anak-anak atau orang tua. “Sanksi ini tidak ditujukan kepada anak-anak atau orang tua. Justru yang harus bertanggung jawab adalah PSE yang tidak menjalankan kewajibannya dengan benar,” ujar Meutya dalam pernyataannya pada Selasa, 18 Februari 2025.

Meutya juga menambahkan bahwa pentingnya regulasi ini tidak hanya sebatas memberikan perlindungan bagi anak-anak, tetapi juga untuk meningkatkan kesadaran digital di kalangan orang tua. Salah satu aspek yang ditekankan dalam regulasi ini adalah pembatasan penggunaan akun digital bagi anak-anak. Meutya menjelaskan bahwa anak-anak tidak diperkenankan membuat akun tanpa pendampingan hingga usia tertentu. “Aturan ini bukan bertujuan untuk membatasi akses anak-anak ke dunia digital, melainkan untuk memastikan bahwa akses yang diberikan didampingi oleh orang tua yang bertanggung jawab,” jelasnya.

Selain itu, Komdigi juga menegaskan bahwa regulasi ini tidak hanya berfokus pada aspek teknologi, tetapi juga memerlukan landasan hukum yang kuat. “Indonesia memang belum memiliki regulasi perlindungan anak di dunia digital yang sebanding dengan negara-negara lain. Karena itu, sangat penting bagi kita untuk merumuskan peraturan yang lebih menyeluruh,” kata Meutya.

Dalam merumuskan aturan ini, Komdigi bekerja sama dengan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap isu perlindungan anak, termasuk akademisi, organisasi pemerhati anak, serta lembaga internasional seperti UNICEF dan Save the Children. “Tim kami telah bekerja keras untuk menyelesaikan aturan ini, dan saat ini kami berada di tahap finalisasi. Kami berharap regulasi ini dapat segera diumumkan oleh Presiden,” tambah Meutya.

Komdigi juga memastikan bahwa aturan perlindungan anak di dunia digital telah mencapai lebih dari 90 persen penyelesaian dan siap untuk diterapkan dalam waktu dekat. Meutya mengungkapkan bahwa mereka terus berkomitmen untuk menyelesaikan regulasi ini secepatnya. “Kami sangat serius dengan langkah ini, dan Insya Allah dalam waktu dekat aturan ini akan segera diresmikan,” tutup Meutya.

AI Bantu Manusia Memahami Emosi Hewan, dari Anjing hingga Kuda

Para peneliti kini memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk membantu menginterpretasikan emosi yang ditunjukkan oleh hewan. Inovasi ini memungkinkan manusia mendeteksi tanda-tanda rasa sakit atau ketidaknyamanan yang dialami oleh berbagai spesies.

Menurut laporan TechCrunch pada Minggu (16/2), penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Science mengungkap bagaimana AI dapat meningkatkan pemahaman manusia terhadap ekspresi hewan.

Salah satu proyek yang menonjol adalah Intellipig, sistem yang dikembangkan oleh University of the West of England Bristol dan Rural College di Skotlandia. Sistem ini mampu menganalisis foto wajah babi dan memberi tahu peternak jika ada indikasi sakit, stres, atau gangguan emosional lainnya.

Sementara itu, tim peneliti dari University of Haifa telah melatih AI untuk mengenali ekspresi ketidaknyamanan pada anjing. Dengan teknologi pengenalan wajah, mereka dapat mengidentifikasi perubahan raut wajah anjing yang memiliki kesamaan gerakan hingga 38 persen dengan ekspresi manusia.

Tak hanya itu, seorang peneliti dari University of São Paulo juga bereksperimen dengan AI untuk menganalisis ekspresi kuda sebelum dan sesudah operasi, serta setelah diberikan obat penghilang rasa sakit. Fokus utama penelitian ini adalah pada pergerakan mata, telinga, dan mulut kuda untuk mengidentifikasi indikasi rasa sakit. Sistem AI ini menunjukkan tingkat keberhasilan hingga 88 persen dalam mendeteksi ketidaknyamanan pada hewan.

Dengan kemajuan ini, AI berpotensi menjadi alat revolusioner dalam dunia peternakan dan kesejahteraan hewan, membantu manusia lebih memahami bahasa emosi yang selama ini sulit ditafsirkan.

Huawei MatePad Pro 13.2 Hadir, Tablet Canggih dengan Kemampuan Setara PC

Huawei secara resmi meluncurkan tablet flagship terbarunya, MatePad Pro 13.2, ke pasar global dalam sebuah acara yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Selasa (18/2/2025). Dalam ajang bertajuk Huawei Innovative Product Launch, perusahaan teknologi asal China ini juga memperkenalkan beberapa produk unggulan lainnya, seperti ponsel lipat Mate XT Ultimate, Mate X6, serta true wireless stereo (TWS) Free Arc.

Dalam kesempatan tersebut, Senior Product Expert Huawei Mobile Devices, Kelsen Tan, menegaskan bahwa tablet ini dirancang untuk meningkatkan produktivitas pengguna. “Kami menghadirkan produk yang dapat mengoptimalkan kinerja dan kreativitas, yakni MatePad Pro 13.2 terbaru,” ujar Kelsen di atas panggung peluncuran.

MatePad Pro 13.2 sebenarnya telah lebih dulu diperkenalkan di China pada November 2024 lalu. Kini, perangkat ini akhirnya masuk ke pasar global dengan membawa berbagai keunggulan, terutama pada kualitas layar dan fitur pendukung produktivitas.

Spesifikasi Huawei MatePad Pro 13.2

Tablet ini hadir dengan layar OLED berukuran 13,2 inci yang memiliki resolusi 2880 x 1920 piksel serta refresh rate 144Hz. Layar ini diklaim tetap tajam dan cerah meskipun berada di bawah sinar matahari langsung, karena memiliki tingkat kecerahan hingga 1.000 nits. Selain itu, Huawei menawarkan dua varian layar, yaitu versi standar dan “Clear Soft Light Screen” yang dilengkapi dengan teknologi nano-magnetik dan nano-etching untuk mengurangi pantulan cahaya.

Untuk kebutuhan fotografi, tablet ini memiliki kamera depan 16MP (f/2.2) yang terletak pada notch kecil di bagian atas layar. Sayangnya, Huawei tidak mengungkap secara spesifik chipset yang digunakan dalam perangkat ini. Namun, beberapa spekulasi menyebut bahwa tablet ini kemungkinan ditenagai oleh Kirin 9100 atau Kirin 9020, seperti yang digunakan pada Mate X6.

Dari segi penyimpanan, MatePad Pro 13.2 menawarkan dua pilihan konfigurasi, yaitu 12GB RAM dengan penyimpanan internal 256GB serta 12GB RAM dengan penyimpanan internal 512GB. Untuk daya tahan, tablet ini didukung baterai berkapasitas 10.100 mAh yang dapat diisi hingga 80 persen hanya dalam 40 menit, dan mencapai daya penuh dalam waktu 65 menit.

Fitur Andalan untuk Produktivitas dan Kreativitas

Huawei MatePad Pro 13.2 tidak hanya menawarkan spesifikasi tinggi, tetapi juga didukung oleh berbagai aplikasi profesional untuk mendukung produktivitas. Salah satunya adalah WPS Office PC-level, yang memungkinkan pengguna untuk mengedit dokumen, menggunakan rumus dalam tabel, serta melakukan analisis data dengan lebih mudah.

Bagi pengguna yang gemar mencatat atau menggambar, Huawei juga menyertakan aplikasi Huawei Notes dan GoPaint, yang dioptimalkan untuk mendukung penggunaan stylus, sehingga pengalaman menulis dan menggambar terasa lebih natural.

Harga dan Ketersediaan

Di Malaysia, Huawei MatePad Pro 13.2 tersedia dalam beberapa pilihan warna dan dijual dengan harga sebagai berikut:

  • MatePad Pro 13.2 (RAM 12GB/256GB) + Keyboard: 1.049 euro (sekitar Rp 17,8 juta)
  • MatePad Pro 13.2 (RAM 12GB/512GB) PaperMatte Edition + Keyboard: 1.199 euro (sekitar Rp 20,4 juta)

Segera Hadir di Indonesia

Bagi pengguna di Indonesia yang menantikan tablet ini, kabar baiknya adalah Huawei telah memastikan bahwa MatePad Pro 13.2 akan segera dirilis di Tanah Air. Nomor model perangkat ini bahkan telah terdaftar di laman Postel Ditjen SDPPI Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sejak 10 Januari 2025 dengan nomor sertifikat 106940/SDPPI/2025.

Perwakilan Huawei Indonesia juga telah mengonfirmasi kehadiran tablet ini di pasar Indonesia. “Sebagai bagian dari ekspansi global, Huawei MatePad Pro 13.2 yang baru saja diluncurkan di Malaysia akan segera diumumkan di Indonesia dalam waktu dekat,” demikian pernyataan resmi Huawei kepada KompasTekno.

Namun, hingga saat ini, Huawei belum mengungkapkan tanggal pasti peluncurannya di Indonesia. Kita tunggu saja pengumuman resminya dalam waktu dekat!

Google Hapus Prinsip “Jangan Berbuat Jahat” dan Tunjukkan Dukungan pada Pengembangan AI Militer

Google baru-baru ini menghapus kalimat “jangan berbuat jahat” yang selama bertahun-tahun menjadi prinsip dasar perusahaan, bersama dengan komitmennya untuk tidak mengembangkan teknologi yang membahayakan atau digunakan untuk pengawasan. Langkah ini muncul dalam pembaruan kebijakan yang dipublikasikan pada halaman “Prinsip-Prinsip Kecerdasan Buatan (AI)” perusahaan.

Pernyataan baru tersebut menegaskan bahwa “dalam lanskap geopolitik yang semakin kompleks, ada kompetisi global untuk memimpin dalam pengembangan AI.” Google berpendapat bahwa negara demokrasi harus memimpin dalam bidang ini, dan penghapusan komitmen sebelumnya dipandang sebagai tanda bahwa perusahaan ini mulai terbuka terhadap penggunaan teknologi AI untuk tujuan militer.

Penggunaan AI dalam peperangan semakin meningkat, dengan teknologi ini diterapkan di medan perang seperti Ukraina dan Gaza. Perusahaan teknologi seperti OpenAI, Meta, dan Anthropic kini memiliki proyek-proyek AI yang bekerja sama dengan militer AS atau kontraktor pertahanan. AI, khususnya dalam penggunaan drone, semakin berperan penting dalam penentuan target dan serangan otonom.

Sejarah hubungan Google dengan militer bukanlah hal baru. Pada 2017, meskipun mengedepankan prinsip “jangan berbuat jahat,” Google terlibat dalam Project Maven, sebuah proyek penargetan militer untuk Departemen Pertahanan AS. Meskipun proyek ini dihentikan setelah protes karyawan, Google kembali terlibat dalam kontrak militer besar lainnya, termasuk Project Nimbus dengan pemerintah Israel. Kontrak ini bernilai $1,2 miliar dan digunakan untuk layanan komputasi awan serta pengawasan dalam konflik di Gaza.

Bagi para pengamat, termasuk peneliti AI Stuart Russell, perubahan kebijakan ini menunjukkan arah baru yang mencemaskan dalam penggunaan AI. “Keputusan ini terjadi bersamaan dengan pemerintahan yang menghapus banyak regulasi tentang AI dan kini lebih fokus pada penggunaan AI untuk tujuan militer,” ujar Russell.

Semakin cepatnya perkembangan AI dan ketakutan akan ketertinggalan teknologi di pasar global semakin mendorong pemerintah dan perusahaan untuk beradaptasi, meskipun hal ini menimbulkan kekhawatiran tentang etika dan dampak sosial yang lebih besar.

Meta Masuki Era Robotika: Fokus Kembangkan Robot Humanoid untuk Bantu Pekerjaan Rumah

Meta, perusahaan teknologi yang sebelumnya dikenal dengan produk media sosial dan perangkat kerasnya, kini berambisi untuk memimpin inovasi dalam dunia robotika. Perusahaan ini telah membentuk tim baru di bawah divisi Reality Labs yang fokus pada pengembangan robot humanoid, dengan tujuan untuk menciptakan robot serbaguna yang dapat membantu dalam tugas-tugas rumah tangga sehari-hari. Langkah ini menunjukkan ambisi Meta untuk merambah lebih jauh ke sektor teknologi yang berkembang pesat ini.

Tim robotika ini dipimpin oleh March Whitten, seorang profesional berpengalaman yang sebelumnya menjabat sebagai CEO di startup mobil otonom Cruise, serta memiliki pengalaman di perusahaan teknologi besar seperti Amazon, Microsoft, dan Sonos. Pengalaman Whitten dalam berbagai perusahaan teknologi ini diharapkan dapat membawa Meta lebih dekat pada tujuannya untuk menciptakan robot dengan kemampuan canggih.

Tidak hanya perangkat keras yang akan dikembangkan, tetapi tim ini juga akan fokus pada pengembangan perangkat lunak robotika dan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan kinerja robot humanoid tersebut. Namun, rencana awal Meta bukanlah untuk merilis robot bermerek mereka sendiri. Sebaliknya, perusahaan ini lebih memilih untuk membangun fondasi perangkat keras yang dapat digunakan di pasar robotika global, serupa dengan pencapaian Google dengan sistem operasi Android di dunia ponsel pintar.

Selain itu, Meta dikabarkan juga sedang melakukan penjajakan kerja sama dengan perusahaan robotika lainnya, seperti Unitree Robotics dan Figure AI, untuk mempercepat pengembangan prototipe robot humanoid dan menjajaki potensi kolaborasi dalam menciptakan teknologi robotika yang lebih maju.

Internet of Things (IoT): Revolusi Teknologi yang Menghubungkan Segalanya

Internet of Things (IoT) adalah konsep di mana berbagai perangkat fisik dapat saling terhubung melalui internet untuk bertukar data secara otomatis. Dengan bantuan sensor, perangkat lunak, dan jaringan, IoT memungkinkan berbagai perangkat, mulai dari smartphone, kamera, mesin industri, hingga peralatan rumah tangga, bekerja secara cerdas dan efisien.

Contohnya, sistem pencahayaan rumah yang bisa menyala otomatis saat mendeteksi kehadiran seseorang, atau sistem pengairan tanaman yang dapat dikendalikan dari jarak jauh melalui aplikasi. Teknologi ini semakin berkembang dan membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan.

Mengapa IoT Menjadi Teknologi yang Penting?

IoT memberikan banyak manfaat yang berkontribusi dalam meningkatkan efisiensi dan kemudahan hidup, baik di dunia industri maupun kehidupan sehari-hari. Berikut adalah beberapa alasan mengapa IoT menjadi teknologi yang sangat berpengaruh:

  1. Efisiensi Operasional
    IoT membantu perusahaan dalam mengotomatiskan berbagai proses, mengurangi biaya operasional, serta meningkatkan produktivitas.
  2. Keputusan Berbasis Data
    Dengan data yang dikumpulkan dari perangkat IoT, organisasi dapat mengambil keputusan yang lebih akurat dan efektif berdasarkan analisis yang dilakukan.
  3. Kemudahan dan Kenyamanan
    Dalam kehidupan sehari-hari, IoT memberikan kemudahan, seperti mengontrol suhu ruangan dari jarak jauh menggunakan smartphone atau mengelola keamanan rumah dengan sistem smart lock.
  4. Transformasi Bisnis
    IoT membuka peluang inovasi dalam berbagai sektor, mulai dari kendaraan otonom, smart city, hingga industri kesehatan yang lebih terintegrasi.

Mata Kuliah Internet of Things di Telkom University Surabaya

Di era digital ini, pemahaman tentang IoT menjadi keterampilan yang sangat dicari. Oleh karena itu, Telkom University Surabaya menghadirkan mata kuliah IoT dalam program studi Teknik Elektro untuk membekali mahasiswa dengan keahlian yang relevan di dunia industri.

Beberapa materi yang dipelajari dalam mata kuliah ini meliputi:

  • Dasar-Dasar IoT
    Mengenal konsep dan elemen utama dalam sistem IoT, seperti sensor, aktuator, dan protokol komunikasi.
  • Pemrograman Perangkat IoT
    Belajar mengembangkan aplikasi dan perangkat lunak yang digunakan dalam sistem IoT.
  • Sistem Embedded
    Merancang dan mengembangkan perangkat keras yang mendukung teknologi IoT.
  • Analisis Data IoT
    Mengolah data yang diperoleh dari perangkat IoT untuk mendapatkan wawasan yang bermanfaat.
  • Keamanan IoT
    Mempelajari cara melindungi sistem IoT dari ancaman keamanan siber yang semakin kompleks.

Peluang Karir di Bidang IoT

Dengan semakin luasnya penerapan IoT di berbagai industri, peluang karir di bidang ini sangat menjanjikan. Beberapa profesi yang berkaitan dengan IoT di antaranya:

  • IoT Developer – Mengembangkan perangkat lunak dan aplikasi IoT.
  • System Engineer – Merancang dan mengelola sistem IoT di berbagai industri.
  • Data Analyst – Menganalisis data besar (big data) yang dihasilkan oleh perangkat IoT.
  • Cybersecurity Specialist – Mengamankan sistem dan jaringan IoT dari ancaman digital.
  • Product Manager IoT – Mengelola pengembangan produk berbasis IoT di perusahaan teknologi.

Bergabung dengan Revolusi IoT di Telkom University Surabaya

Sebagai salah satu universitas swasta terbaik di Indonesia, Telkom University Surabaya menghadirkan kurikulum Teknik Elektro yang dirancang untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan teknologi terkini, termasuk di bidang Internet of Things.

Dengan dukungan fasilitas praktikum yang lengkap serta kolaborasi dengan industri, mahasiswa akan mendapatkan pengalaman belajar yang komprehensif dan siap bersaing di dunia kerja.

Jangan sampai ketinggalan untuk bergabung dalam transformasi digital ini! Segera daftar dan jadilah bagian dari generasi penerus inovasi di dunia teknologi IoT. Untuk info lebih lanjut, kunjungi situs resmi Teknik Elektro Telkom University Surabaya. 🚀

Tantangan Perlindungan Anak di Era Digital: Ancaman dan Solusi

Perkembangan teknologi dan semakin luasnya akses internet telah membuka peluang pendidikan serta informasi yang tak terbatas bagi anak-anak. Dengan internet, mereka dapat mengakses berbagai sumber pembelajaran, berkomunikasi, dan mengembangkan kreativitas. Namun, di balik manfaat tersebut, dunia digital juga membawa tantangan besar, terutama dalam hal paparan terhadap konten berbahaya yang dapat memengaruhi perkembangan psikologis dan moral mereka.

Indonesia saat ini menghadapi tantangan serius dalam perlindungan anak dari ancaman internet. Berdasarkan data dari National Center for Missing and Exploited Children (NCMEC), Indonesia menempati peringkat keempat di dunia dan kedua di ASEAN dalam penyebaran konten pornografi anak. Fakta ini menunjukkan bahwa lingkungan digital masih belum sepenuhnya aman bagi anak-anak, sehingga diperlukan langkah-langkah nyata untuk melindungi mereka dari bahaya eksploitasi dan pengaruh negatif lainnya.

Pakar perlindungan anak, Dr. Maryamah, menegaskan bahwa upaya untuk melindungi anak dari konten berbahaya di dunia maya harus menjadi prioritas utama. Ia menekankan bahwa tanpa langkah konkret, anak-anak akan semakin rentan terhadap eksploitasi dan dampak negatif jangka panjang yang dapat memengaruhi masa depan mereka.

Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan kerja sama antara pemerintah, orang tua, pendidik, serta masyarakat. Pemerintah harus memperkuat regulasi terkait keamanan digital, sementara orang tua dan pendidik harus lebih aktif dalam memberikan literasi digital kepada anak-anak. Dengan pengawasan yang ketat dan edukasi yang tepat, anak-anak dapat lebih terlindungi saat menjelajahi dunia digital.